Mood swing adalah hal yang hampir semua orang alami. Bangun tidur sudah cape padahal belum melakukan aktivitas apa – apa. Atau tiba – tiba merasa kosong tanpa alasan jelas. Di kondisi seperti ini, musik sering menjadi penyelamat paling sederhana. Tanpa banyak usaha, musik bisa jadi teman yang paling setia. Tapi sebenarnya, menikmati musik itu bukan cuma soal pasang earphone dan pencet play.
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengarkan musik sesuai dengan suasana hati, bukan kata orang. Kalo lagi capek atau sedih? Tidak apa – apa lagu galau terasa lebih nyambung. Saat butuh semangat? Bisa putar musik dengan beat yang bikin kepala ikut mangut – mangut. Tidak perlu memaksakan diri suka lagu yang sedang tren, karena musik paling enak adalah yang bisa nyambung sama perasaan sendiri.
Coba juga sesekali menikmati musik tanpa melakukan apa – apa. Duduk sambil pakai headset, lalu biarkan lagu berputar sampai habis. Dengarkan liriknya, nadanya, bahkan jeda di antara musiknya. Di momen ini, musik terasa lebih bisa masuk dengan perasaan kita.
Membuat playlist juga bisa jadi cara seru menikmati musik. Playlist buat perjalanan, menemani mu bekerja, mengerjakan tugas, atau sekedar rebahan. Playlist ini biasanya berubah – ubah mengikuti suasana hati. Dan itu wajar, karena perasaan manusia juga tidak pernah benar – benar sama setiap harinya.
Yang paling penting, jangan menilai perasaan sendiri saat mendengarkan musik. Kalau tiba – tiba ingin mengulang lagu yang sama berkali – kali, tidak apa – apa. Kalau mendadak teringat seseorang atau momen tertentu, biarkan saja. Musik memang sering membawa kita ke kenangan yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan kata – kata.
Pada akhirnya, menikmati musik bukan soal teknik yang rumit. Cukup jujur pada diri sendiri dan biarkan musik menemani apa adanya. Di tengah mood yang tidak stabil, musik hadir sebagai terapi instan yang mudah diakses, murah, dan selalu siap kapan saja dibutuhkan.
